KEWAJIBAN ORANG PERCAYA

1 Yoh 2:3-6

4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

Betapa gampangnya seorang remaja berkata, “Penjahat yang di samping salib Yesus saja diselamatkan ketika mau mati, jadi untuk apa repot-repot hidup terikat dengan hokum-hukum yang Tuhan ajarkan kepada kita. Belas kasihan tuhan sanggup menyucikan semua dosa yang kita perbuat. Jadi santai saja… hidup dalam dosa!”

Saying sekali kita bukan orang yang dimaksud remaja tersebut, karena kita bukan penjahat yang sedang disalib. Kita adalah manusia biasa yang belajar hidup sesuai dengan firman Tuhan, bahkan setiap hari kita mengkhususkan waktu untuk mempelajari firman-Nya. Tujuannya agar kita dapat lebih mengenal rencana-Nya dalam hidup ini. Karena kita jika kita tidak menuruti perintah-perintah-Nya dikatakan bahwa kita pendusta dan tidak ada kebenaran pada diri kita.

Sebenarnya apa rencana Tuhan dalam hidup kita? Tuhan tidak pernah merancangkan yang jahat untuk kita, namun jika kita mengalami hal yang buruk dalm hidup ini, kita tidak perlu meragukan kasih Tuhan, tapi perlu mencari kehendak-Nya atas musibah yang menimpa. Dalam kondisi peperangan melawan tipuan dan jerat Iblis melalui masalah yang kita hadapi, kita perlu meraih kemenangan untuk tetap mempertahankan iman kita.

Kristus memberikan keselamatan untuk kita sewaktu kita hidup dalam dosa, namun bukan berarti keselamatan kita tanpa ada harga yang harus kita bayar, yaitu hidup dalam penyangkalan diri dan memikul salib. Mislanya, kebiasaan kita untuk hidup seenaknya, berubah jadi hidup yang penuh tanggung jawab; kebiasaan untuk menyalahkan orang lain ketika kita menghadapi masalah, berubah jadi hidup penuh hikmat; kebiasaan cuek, berubah penuh kepedulian, dst. Buah-buahan pertobatan perlu muncul, jika tidak demikian kita adalah seorang pendusta.


IMAN TANPA BUAH PERTOBATAN ADALAH SUATU KEBOHONGAN

Ciayoo……^_^

Comments :

0 komentar to “KEWAJIBAN ORANG PERCAYA”

Posting Komentar