Amsal 24:10-14
10) Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu
Jika kita membaca firman Tuhan dan semua janji-janji indah yang tersebar dalm alkitab, ternyata bertolak belakang dengan kenyataan hidup kita saat ini. Sangatlah besar kemungkinan kita untuk tawar hati. Sama seperti pemazmur Asaf yang setia melayani Tuhan dan melihat kemakmuran orang fasik, sungguh telah membuatnya merasa gelisah (Mazmur 73). Tapi, kita percaya bahwa kesudahan orang faisk adalah kebinasaan. Dan Allah hanya akan memandang kita jika kita masih memiliki iman, sekalipun terpaksa harus mengalami tawar hati. Iman yang tawar akan berbahaya untuk kita, akan membuat kita menjadi lemah dan rencana Allah dalam hidup kita akan gagal.
Kita perlu menjaga kualitas iman kita dengan cara tetap setia seperti hewan yang dungu (Mazmur 73:22). Karena kesesakan yang kita alami akan membuat kita merasa tidak berdaya lagi dan disaat seperti itu kita perlu menyadari bahwa iman kita sedang di uji untuk ditingkatkan kualitasnya. Hal ini dapat kita gambarkan ketika sedang masak sayur di dapur, garam itu akan menjadi tawar ketika air kuah sayur itu ditambah. Bukankah kehidupan iman kita juga demikian?
Iblis sering melumpuhkan iman kita dengan menyerang pikiran kita: bahwa kita akan kalah karena masalah kita lebih besar; bahwa kita tidak berhasil tapi orang fasik semakin makmur, dsb. Diperlukan kekuatan, keberanian untuk tetap mempercayai Tuhan dan firmanNya. Sekalipun mungkin kita gagal, yang terutama respons kita terhadap masalah tidak salah. Karena jika kita termakan oleh pikiran yang dilancarkan si jahat, maka kita menganggap usaha kita untuk tetap setia pada Tuhan adalah kebodohan. Padahal, melalui masalah akan membuat kita berhimat, ada masa depan, dan harapan kita tidak akan hilang (Amsal 24:14).
JANGAN TAWAR HATI MENGHADAPI KESESAKAN, ADA PEKERJAAN YANG LEBIH BESAR SEDANG MENUNGGU




Comments :
Posting Komentar